Waktu Yang Tak Pernah Dikenal
Seorang gadis yang bernama bella dia senang sekali memainkan pianika. Setiap pagi dia selalu menatap kearah jendela luarnya, sekali kali dia berpikir ingin sekali keluar rumah sambil memainkan pianika yang dia punya. Tetapi kakak nya shela tidak pernah mengizinkan dia keluar rumah.
Suatu hari dia keluar rumah tanpa sepengetahuan kakak nya shela, bella lalu duduk di halaman rumahnya tanpa dia sadari ada sesosok pria menggendong tas gitar di punggungnya yang melihat dia sedang memainkan pianikanya.
Tidak lama bella menyampanya sambil bertanya."apa kau sudah lama memperhatikanku di sini,siapa kamu? Rmhmu dimana"pria tersebut menjawabnya,"rasanya baru kali ini aku melihat kamu meski aku sering melewat jalan sini". Bella pun mengatakan bahwa dia baru saja keluar dari rumahnya karena kakak nya shela tidak pernah mengizinkan dia keluar rumah.
Keesokan harinya bella membuka jendela kamarnya tanpa dia sadari sudah ada pria yang kemarin di depan jendela kamarnya sambil tersenyum melihat bella. Bella lalu menghampiri pria tersebut sambil bertanya,"apa yang kau lakukan didepan jendela kamarku?". Pria tersebut menjawabnya,"aku hanya ingin tau mengapa kau selalu diam di kamarmu?". Bella mengeluarkan keringat dingin dan mukanya mulai pucat, tidak lama bella terjatuh pingsan. Pria tersebut membawanya ke rumahnya bella,dan kakaknya pun sangat cemas melihat bella terjatuh pingsang.
Tidak lama bella membuka matanya dan melihat kakaknya menanggis dengan muka yang cemas,bella menanyakan kepada kakaknya,"ada apa denganku ka?" Kakaknya tidak menjawab pertanyaan bella dia terus menerus menanggis dengan keadaan bella yang telah di vonis oleh dokter 3 tahun yang lalu memiliki virus hepatitis c penyakit hati...
Delapan bulan kemudian,bella masih terbaring lemah di tempat tidurnya dengan ditemani suara suara mesin di sekitar ranjang tempat tidurnya. Bella berpikir dia sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup. Tetapi seminggu kemudian badannya mulai membaik dan dokter mengizinkan dia pulang.
Tibalah di rumahnya,keesokkan harinya seperti biasa bella membuka jendela kamarnya dan dia melihat kearah luar dan berharap pria itu muncul kembali. Tetapi sudah beberapa hari dia tidak pernah melihat pria itu lagi. Tak lama kemudian bella duduk dihalaman rumahnya lalu ada seseorang yang menghampirinya dan memberikan sebuah buku kecil yang berisi lirik lagu.
Bella merasa binggung karena isi lirik lagu tersebut seperti menceritakan bella dengan pertemuan pria tersebut yang tidak pernah bella kenal siapa nama pria tersebut. Dan bella mempertanyakan kepada kakaknya "apakah kakak mengenal pria tersebut atau sebelumnya dia pernah menitipkan sesuatu padamu saat aku terbaring di rumah sakit", kak shela menjawabnya sambil mengeluarkan air mata ,"bella sudah lupakan dia,dia selalu ada di hatimu dia tidak akan pernah pergi dan takkan pernah pergi", bella binggung dengan jawaban kakaknya,lalu kakaknya menjelaskan semua kepada bella. Dan bella sangat terkejut mendengar cerita tersebut.
Bella lalu pergi ke tempat yang sangat luas dan bella mendatangi tanah yang dihampiri bunga bunga yang wangi dan dilengkapi adanya batu nisan yang bernama panji wira,dia menanggis mengapa orang yang baru saja dia kenal rela memberikan hatinya untuk bella. Bella merasa dia sesosok pria yang baik bella tidak berhenti menanggis meski hujan turun bella tidak mau pergi meninggalkan batu nisan tersebut, tetapi kakaknya menyuruh dia pulang lalu bella berkata kepada alm.panji "terimakasih kan ku jaga hatimu sebaik mungkin".
#maaf ya kalau ceritanya kurang nyambung.
Tidak lama bella menyampanya sambil bertanya."apa kau sudah lama memperhatikanku di sini,siapa kamu? Rmhmu dimana"pria tersebut menjawabnya,"rasanya baru kali ini aku melihat kamu meski aku sering melewat jalan sini". Bella pun mengatakan bahwa dia baru saja keluar dari rumahnya karena kakak nya shela tidak pernah mengizinkan dia keluar rumah.
Keesokan harinya bella membuka jendela kamarnya tanpa dia sadari sudah ada pria yang kemarin di depan jendela kamarnya sambil tersenyum melihat bella. Bella lalu menghampiri pria tersebut sambil bertanya,"apa yang kau lakukan didepan jendela kamarku?". Pria tersebut menjawabnya,"aku hanya ingin tau mengapa kau selalu diam di kamarmu?". Bella mengeluarkan keringat dingin dan mukanya mulai pucat, tidak lama bella terjatuh pingsan. Pria tersebut membawanya ke rumahnya bella,dan kakaknya pun sangat cemas melihat bella terjatuh pingsang.
Tidak lama bella membuka matanya dan melihat kakaknya menanggis dengan muka yang cemas,bella menanyakan kepada kakaknya,"ada apa denganku ka?" Kakaknya tidak menjawab pertanyaan bella dia terus menerus menanggis dengan keadaan bella yang telah di vonis oleh dokter 3 tahun yang lalu memiliki virus hepatitis c penyakit hati...
Delapan bulan kemudian,bella masih terbaring lemah di tempat tidurnya dengan ditemani suara suara mesin di sekitar ranjang tempat tidurnya. Bella berpikir dia sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup. Tetapi seminggu kemudian badannya mulai membaik dan dokter mengizinkan dia pulang.
Tibalah di rumahnya,keesokkan harinya seperti biasa bella membuka jendela kamarnya dan dia melihat kearah luar dan berharap pria itu muncul kembali. Tetapi sudah beberapa hari dia tidak pernah melihat pria itu lagi. Tak lama kemudian bella duduk dihalaman rumahnya lalu ada seseorang yang menghampirinya dan memberikan sebuah buku kecil yang berisi lirik lagu.
Bella merasa binggung karena isi lirik lagu tersebut seperti menceritakan bella dengan pertemuan pria tersebut yang tidak pernah bella kenal siapa nama pria tersebut. Dan bella mempertanyakan kepada kakaknya "apakah kakak mengenal pria tersebut atau sebelumnya dia pernah menitipkan sesuatu padamu saat aku terbaring di rumah sakit", kak shela menjawabnya sambil mengeluarkan air mata ,"bella sudah lupakan dia,dia selalu ada di hatimu dia tidak akan pernah pergi dan takkan pernah pergi", bella binggung dengan jawaban kakaknya,lalu kakaknya menjelaskan semua kepada bella. Dan bella sangat terkejut mendengar cerita tersebut.
Bella lalu pergi ke tempat yang sangat luas dan bella mendatangi tanah yang dihampiri bunga bunga yang wangi dan dilengkapi adanya batu nisan yang bernama panji wira,dia menanggis mengapa orang yang baru saja dia kenal rela memberikan hatinya untuk bella. Bella merasa dia sesosok pria yang baik bella tidak berhenti menanggis meski hujan turun bella tidak mau pergi meninggalkan batu nisan tersebut, tetapi kakaknya menyuruh dia pulang lalu bella berkata kepada alm.panji "terimakasih kan ku jaga hatimu sebaik mungkin".
#maaf ya kalau ceritanya kurang nyambung.